Kebahagiaan merupakan milik setiap manusia. kebahagiaan bisa menjadi kewajiban dan hak.
tidak seorangpun manusia di dunia ini tidak menginginkan kebahagiaan. Ada yang mengatakan bahwa kebahagiaan dapat diciptakan.
Mulai dari kelahiran, masa anak, remaja, dewasa dan lansia kebahagiaan menjadi aspek psikologis yang patut dikaji.
psikologi lintas budaya memberikan istilah menarik ketika membahas kebahagiaan yaitu kebahagiaan universal.
sebagai contoh, ketika manusia memiliki kecenderungan untuk merasakan kebahagiaan dengan stimulus budaya seperti permainan tradisional. Manusia setidaknya dikenal sebagai homoludens (makhluk bermain). hal ini membuat pertanyaan “apakah hal ini merupakan fakta”?? Jika benar, bagaimana menjelaskannya sesuai dengan tahapan usia??.

32 Comments

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Budaya juga merupakan salah satu faktor kebahagiaan. Dari sudut lintas budaya, suasan budaya yang sehat, budaya dengan kesamaan sosial, kebudayaan individualitas, dan budaya dengan daerah yang pendduknya sejahterah memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Budaya dengan permainan tradisional dapat menimbulkan konsep yang mengacu pada emosi positif yang dirasakan oleh individu. Karena pada masanya dengan permainan tradisional dapat menjalin hubungan yang positif dengan orang lain yang menimbulkan rasa kebahagiaan.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Permainan tradisional memberikan manfaat pada perkembangan jiwa seseorang. Permainan tradisional dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap seseorang. dengan perkembangan jiwa dan keterampilan melalui permainan tradisional ini dapat menimbulkan rasa kebahagiaan ketika mendapatkan apa yang kita inginkan dari proses permainan tradisional tersebut.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Kebahagiaan adalah perasaan suka, senang, gembira yang dirasakan individu dan penyebab kebahagiaan setiap individu berbeda. Salah satu sumber kebahagiaan di masa anak-anak adalah melalui permainan tradisional, karena permainan tradisional mementingkan kebahagian sebagai tujuan yang akan meraih kemenangan.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Permainan tradisional secara tidak akan mengajari individu atau anak-anak untuk lebih kreatif, hidup bersosialisasi, kekompakkan, dan melatih fisik. keahagiaan itu timbul dari pembentukan jiwa melalui permainan tradisonal yang hanya dapat dirasakan individu itu sendiri, bersifat intrinsik dan tidak dapat dibatasi oleh harta.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Nama: Nurul Hafizah
NIM: G1C113006
Menurut bapak apa yang dimaksud dengan kebahagiaan universal tersebut? Dan bagaimana dalam kehidupan sehari – hari kebahagiaan universal tersebut ditunjukkan?
Menurut saya pak, kebahagiaan dari setiap fase tersebut berbeda- beda, dikarenakan adanya perbedaan tugas perkembangan pada setiap fasenya dan adanya kebutuhan dasar dari masing -masing individu. Diluar pengaruh lingkungan dan geografis pak.

    nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

    Menuru nurul kebahagiaan universal tsb apa? Dan bgmn kbhgiaan universal tsb dunjukkan??

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

How to make people happy.
Kebahagiaan setiap individu berbeda-beda, baik dalam hal bentuk maupun bagaimana cara mencapai kebahagiaan itu sendiri , kebahagiaan sendiri merupakan aspek psikologis yang sering dikaji dalam bentuk lintas budaya ataupun indegenous , dikarenakan seperti yang saya bilang tadi bahwa kebahagiaan setiap individu itu berbeda , baik dari bangsa , negara, suku , ataupun orang disekitar kita. Pernyataan bahwa manusia itu homoludens (makhluk bermain) , seperti pernyataan bahwa “My childhood may be over, but that doesn’t mean playtime is. We don’t stop playing because we grow old ; we grow old because we stop playing”. Hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk mengkaji apakah individu secara tahapan usianya tanggapannya mengenai “bermain” itu seperti apa , dan pastinya perihal bermain selalu erat kaitannya dengan aspek psikologis mengenai “kebahagiaan”.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Anak-anak memilih secara bebas sehingga apabila seorang anak dipakasa untuk bermain, sekali pun mungkin dilakukan dengan cara yang halus maka aktivitas itu bukan merupakan aktivitas dan bukan lagi bukan lagi kegiatan bermain atau non play.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

menurut saya pak permainan tradisional sangat bisa membuat orang menjadi bahagia seperti ada kata-kata yang mengatakan “bahagia itu sederhana” saat bisa bermain coklak, klereng,peta unpet dan sebagainya kita sudah sangat bahagi sekali, dan juga menurut saya permainan tradisional tidak hanya untuk anak-anak saja orang dewasapun boleh memainkannya untuk diperkenalkan permainan tradisional ini ke anak-anak, terkadang orang dewasa malu saat masih bermain tradisional dan di katain “masa kecil kurang bahagia” oleh karena itu mungkin permainan tradisional ini kian hilang karena tidak ada lagi yang memainkannya. Oleh karena itu, Jangan ada lagi kata-kata “masa kecil kurang bahagia” diantara kita. Mulailah untuk meninggalkan kata-kata itu karena itu mengandung arti yang kurang baik. Kurang bahagia saat kecil bisa kita penuhi setelah dewasa dengan memainkan permainan tradisional dan kita juga bisa memperkenalkan lagi permainan ini ke anak-anak. Dengan main permainan tradisional kita akan mendapatkan sebuah kebahagian dan keceriaan batin yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini. Ayo…! Mari lestarikan permainan tradisional.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Melalui kegiatan bermain anak akan mampu menghubungkan pengalaman mereka dengan kenyataan sekarang, misalnya berpura-pura menjadi orang lain, anak-anak akan bertingkah laku seperti yang diperankannya.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Menurut saya hal ini merupakan fakta dan istilah ” homoludens” sangat erat kaitannya saat usia anak-anak, lihat lah betapa bahagianya gelak tawa mereka saat bermain bersama dan betapa membekasnya permainan tersebut di ingatan mereka saat mereka telah dewasa.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Karena didorong oleh motivasi dari dalam diri seseorang sehingga akan dilakukan oleh anak apabila hal itu betul-betul memuaskan dirinya, bukan karena iming-iming hadiah atau karena diperintah oleh orang lain. Jadi, permainan yang dilakukan anak adalah suatu kepuasan tersendiri karena tidak harus memnuhi tuntutan atau harapan dari luar, anak-anaklah yang menentukan perannya sendiri dalam bermain.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Pembahasan yang sangat menarik.. kebahagiaan bukan dicari tetapi dibentuk dari diri kita sendiri.. dari tulisan diatas didapatkan istilah Homo Ludens, homo ludens merupakan istilah untuk menyebut manusia sebagai “makhluk bermain”, makhluk yang suka bermain atau menciptakan permainan.Pengertian bermain sendiri adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditumbulkannya. Bermain dilakukan secara sukarela, tanpa ada unsur paksaan.
Bila direnungkan lebih dalam, dalam bermain, manusia mendapatkan suatu bentuk kebebasan yang luar biasa, hal tersebut menjadi dasar kebahagiaan manusia mulai dari lahir, anak2,remaja,dewasa hingga lansia.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Saya setuju dengan yang bapak paparkan bahwa kebahagian milik setiap manusia. Kebudayaan dan permainan saat berkaitan. Kebahagiaan juga dapat diperoleh dari setimulus budaya seperti permainan tradisional.namun dewasa ini telah terjadi perubahan sosial budaya dilihat dari perubahan permainan dalam masyarakat. Sekarang sudah jarang terlihat anak2 bermain permainan tradisional malah banyak yang bermain permainan modern.seperti video game. Padahal Pola permainan tradisional mengandaikan interaksi dan interelasi antar manusia, sedangkan pada permainan modern interaksi dan interelasi itu disubtitusi dengan mesin. Terlihat juga saat ini manusia sudah tidak memprioritaskan lagi permainan. Mereka lebih mementingkan pekerjaan yang menurut mereka merupakan kegiatan yang bermanfaat. Padahal, Huizinga berkata ketiadaan permainan dalam kebudayaan modern berpotensi menghasilkan “ruang kosong” kebudayaan.(kompas.com)
Yang menyebut manusia sebagai makhluk bermain adalah aliran humanistik.Menurut humanisme manusia berperilaku untuk mempertahankan, meningkatkan, dan mengaktualisasikan diri.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Menurut saya, manusia dikenal sebagai homoludens (makhluk bermain), karena aktivitas bermain dapat mengembangkan aspek-aspek psikologis. Permainan sendiri merupakan alat bagi individu untuk menjelajahi dunianya, dari yang tidak dia ketahui sampai pada yang dia ketahui dan dari yang tidak dapat diperbuatnya, sampai mampu melakukannya. Dengan demikian bermain suatu kebutuhan bagi individu. Dengan merancang pelajaran tertentu untuk dilakukan sambil bermain yang sesui dengan taraf kemampuannya. Jadi bermain bagi individu mempunyai nilai dan ciri yang penting dalam kemajuan perkembangan kehidupan sehari-hari termasuk dalam permainan tradisional, setiap usia pasti merasakan kebahagiaan tersendiri dalam melakukannya karena kebahagiaan individu itu berbeda-beda. Permainan tradisional memiliki fungsi atau pesan di baliknya, melalui permainan tradisional kita bukan sekedar soal menang atau kalah saja, melainkan bagaimana menempatkan diri bersama teman-teman yang lain, tertawa bersama, bercanda bersama, saling mengalah dan memberi, dan tentu saja membahagiakan diri dengan cara sederhana. Melalui permainan tradisional semua manusia dapat merasakan kebahagiaan.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Kurang memahami maksud dari “kebahagiaan bisa menjadi kewajiban…” , mungkin karena saya selama ini memandang kebahagiaan adalah Hak.
Dan setelah berulang kali membaca akhirnya saya baru bisa paham apa yang ingin bapak sampaikan (saya harap), karena begitu banyak topik-topik dari tulisan yang tertinggal/ditinggal begitu saja tanpa dijelaskan, atau hanya saya yang tidak bisa mengikuti gaya tulisan bapak. ataukah tulisan ini sengaja dibuat berbentuk pertanyaan dan tugas kami adalah menjawab pertanyaan tersebut?
kalau disuruh menjawab saya pribadi tidak/belum bisa menjawabnya.
Namun secara keseluruhan tulisan bapak ini membuat saya untuk bertanya hal yang sama, apa lagi dalam konteks kebahagiaan yang menurut saya pribadi itu menarik, kebahagiaan tentu berbeda pada tiap manusia, dan iya bahagia menurut saya bisa berbeda dikarenakan suku, agama, ras, adat-istiadat. dimana saya bisa bahagia karena Kejadian-A, dan bagi individu lain Kejadian-A adalah hal biasa, tapi tentu juga ada hal-hal yang bisa membuat individu merasakan kebahagiaan yang sama namun kadar bahagianya berbeda, mungkin disini seperti yang bapak sampaikan dalam tulisan bapak adalah Permainan Tradisional. meskipun manusia adalah makhluk Homoludens tapi saya pikir permainan tradisional akan semakin membahagiakan bagi individu ketika ada pengalaman yang terlibat disana.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Kebahagiaan itu datang dari dalam diri manusia itu sendiri, bagaimana cara ia menciptakan suasana yang membuat dirinya bahagia.. Saya setuju jika manusia itu di katakan sebagai homoludens (makhluk bermain). Karena setiap orang itu memiliki keinginan serta kebebasan yang ingin mereka keluarkan. Melalui bermainlah mereka dapat mengeluarkan emosi-emosi yang mereka rasakan, baik itu anak-anak, remaja, dewasa, ataupun lansia..

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Menurut Huizinga : manusia adalah Homo Ludens yaitu manusia / makhluk hidup yang suka bermain. Bermain menjadi salah satu bagian yang masuk dalam kebudayaan. Bermain merupakan suatu perbuatan atau kegiatan sukarela, yang dilakukan menurut aturan yang telah diterima secara sukarela, tapi mengikat sepenuhnya, dengantujuan dalam dirinya, disertai oleh perasaan tegang dan gembira, dan kesadaran “lain dari pada kehidupan sehari-hari”.
Tahap Bermain ( Jean Piaget)
1. Sensory Motor Play (3/4 Blan -6Blan) yaitu bermain syaraf, perasaan, otot-otot, gerakan-gerakan kasar,
2. Symbolic /Make Belive Play (2-7 tahun) bermain permainan nyata.
3. Social play games with rules (8-11 tahun) yaitu bermain berkelompok dengan aturan sederhana
4. Games with rules & sports (11 tahun keatas) yaitu bermain dan berolahraga dengan aturan-aturan yang disederhanakan atau aturan resmi / baku.
Dari pengertian dan tahap bermain diatas bahwa sebutan manusia bermain adalah tepat, karena bermain sendiri mempunyai arti yang luas pada individu tersendiri. Dewasa yang berumur 50 tahun keatas dapat bermain dengan cara olahraga, bermain golf, catur, dll.
Bermain juga sesuatu yang diwariskan secara turun temurun dan tiap budaya mempunyai permainan berbeda-beda,mis: budaya dalam negeri dan luar negeri pasti mempunyai permainan yang diwariskan secara turun temurun.
Namun hal ini harus segera disikapi, mengingat perkembangan zaman yaitu semakin berkembangnya teknologi yang membuat permainan tradisional yang diturunkan takutnya semakin memudar.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

2. Menurut saya hal tersebut adalah fakta, pada hakikatnya kebahagiaan merupakan perasaan positif yang berasal dari kualitas keseluruhan hidup manusia yang ditandai dengan adanya kesenangan yang dirasakan oleh seorang individu ketika melakukan suatu hal yang disenangi dalam hidupnya tanpa ada penderitaan.
Lalu bagaimana cara membuat seseorang bahagia ? Salah satu caranya dengan bermain, manusia merupakan homoludens , manusia adalah makhluk yang suka bermain, seluruh hidupnya merupakan permainan yang harus dilakukannya. Bermain bukanlah hal yang sepele, tidak ada batasan usia, tidak ada larangan bagi orang dewasa untuk bermain.
Pada anak-anak, bermain merupakan suatu kegiatan yang istimewa, dan merupakan prioritas,pada anak-anak lawan dari bermain adalah belajar , sedang pada orang dewasa adalah bekerja. Bermain adalah kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan , dilakukan secara sukarela, tanpa ada paksaan , dalam bermain manusia mendapatkan suatu bentuk kebebasan yang luar biasa , yang menimbulkan kebahagiaan.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Definisi kebahagiaan sangatlah beranekaragam, begitu juga dengan faktor yg mempengaruhi salah satunya yaitu budaya. Dalam studi lintas budaya, apakah kebahagiaan dapat di capai dalam latar belakang budaya dengan kesamaan sosial yg sama pada masyarakat ?
Jika iya, apakah kebahagiaan itu akan mencapai pada level yg tinggi ?

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Kebahagian itu milik siapa saja . Setiap manusia di bumi pasti pernah merasakan suatu kebahagiaan serta memerlukan dan pasti mengharapkan adanya kebahagian yang menghiasi selama hidupnya. Kebahagiaan itu banyak ragam nya , seperti pada masa kanak-kanak , umumnya seorang anak- anak sangat menyukai berbahagai hal yang menarik perhatiannya contohnya seperti bermain air ataupun bermain petak umpet , dari hal tersebut kebahagiaan itu hadir dalam masa kanak-kanak . Kebahagian diperoleh semata-mata karena adanya rasa kesadaran dan kepuasan akan sesuatu hal yg dicapai. Tingkat kebahagian seseorang berbeda-beda baik antara si miskin maupun kaya, baik muda maupun Dewasa serta Anak-anak dan orng tua pasti pernah merasakan suatu kebahagiaan sejati dalam hidupnya.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Kebahagiaan merupakan bentuk rasa yang menyenangkan yang dirasakan oleh seseorang yang timbul dari fikiran kemudian di respon oleh hati, dan yang di rangsang oleh hormonal tubuh. Setiap orang berbeda dalam memikirkan sesuatu, memecahkan masalah dan punya jalan penyelesaian yang berbeda dan tingkat pemahaman yang berbeda, serta tahapan usia pun sangat berpengaruh karena pada setiap tahapan usia mempunyai sesuatu yang menstimulus otak untuk merasakan hal yang menyenangkan, sebagai contoh anak kecil sangat merasa bahagia ketika di berikan sebuah permen dan balon karna pada tahapan perkembangan nya itu merupakan hal yang menarik bagi fikiran nya, dan berbeda dengan tahapan perkembangan usia dewasa yang tidak merasakan kemenarikan yang berbeda. namun ada beberapa kelompok orang yang memiliki jalan fikiran yang hampir sama dalam memecahkan masalah yang kemudian pun akan membuat mereka satu tujuan. Satu kelompok akan bersatu ketika mereka merasakan kenyamanan dalam berinteraksi satu sama lain sehingga mempunyai stimulus untuk merasakan kebahagiaan.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

yang terpenting manusia dapat menciptakan kebahagiaannya sendiri. dan faktanya salah satu kebahagiaan adalah permainan. manusia menganggap permainan adalah sarana yang tepat untuk mencari kebahagiaan. dimana terkadang didalam sebuah permainan tidak dituntut seperti dunia nyata yang dianggap lebih keras dari dunia yang ada pada permainan. hal ini lah yang membuat permainan sebagai stimulus budaya manusia mencari kebahgiaan. anak mungkin kebahagiaan mendasarnya adalah bermain karena rasa tanggung jawab terhadap hidup belum terlalu berarti. jadi dia bisa sesukanya bermain demi bisa bahagia dan bermain sebagai hiburan untuk anak-anak. remaja sebagai transisi sebelum dewasa telah menggerus aktivitas bermainnya tetapi masih ada kebahagiaan remaja yang utama mungkin sosial seperti cinta dan teman,dan bermain saat remaja merupakan kenangan yang manis dan indah untuk diceritakan. dewasa sendiri sudh sedikit waktu bermain sehingga mereka mencari kebahagiaan dengan kerja, keluarga dan hobby. dan lansia menurut saya yang terpenting adalah kasih sayang dari anak dan keluarganya.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Kebahagiaan merupakan suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan. yang menentukan kebahagiaan kita bukanlah apa yang terjadi pada kita, melainkan bagaimana reaksi kita terhadap hal-hal yang terjadi pada kehidupan kita. Kita juga bertanggung atas kebahagiaan itu sendiri.
Pemikiran anak-anak itu tidak seruwet kita para orang dewasa, kebahagian anak-anak itu sangatlah mudah dan sederhana. Orangtua semestinya meluangkan waktu untuk bermain bersama anak mencari ide-ide kreatif, permainan tradisional. Karena kebahagiaan anak bukanlah karena mendapat permainan yang mahal-mahal dan canggih, melainkan bermainlah bersama dengannya. Sedangakan pada remaja hanya sedikit dari mereka yang masih mendapat kebahagian dari stimulasi bermain bersama orangtuanya karena diusia remajamengalami masa pubertas. Sedangkan pada usia dewasa kebahagiaan mereka cendrung berfokus pada pekerjaan, interaksi sosial, dan lain-lain.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Menurut saya, hal tersebut adalah fakta. Kebahagiaan dapat dicapai dengan bermain, begitu juga bermain dapat menimbulkan kebahagiaan pada individu. Kebahagiaan dan bermain ini dapat pula dikaitkan dengan tahapan usia. Diawali pada masa bayi, dalam buku Hurlock terdapat nilai bermain dalam masa bayi, dimana bermain merupakan sumbangan yang penting untuk perkembangan bayi, menurut Bruner bermain memberi kesempatan bagi banyak bentuk belajar seperti pemecahan masalah dan kreativitas. Tanpa bermain, dasar kreativitas dan dasar pemecahan masalah tidak dapat diletakkan sebelum anak mengembangkan kebiasaan untuk menghadapi lingkungan. Sumbangan bermain yang juga penting adalah masuknya informasi bagi bayi mengenai lingkungannya, orang-orang dan benda-benda di lingkungannya, dimana menurut Eckerman dan Rheingold bahwa bayi belajar mengenai dunia manusia dan benda melalui penjelajahan. Karena dengan bermain, maka belajar dapat menjadi lebih cepat dan mampu menambah kesenangan belajar. Dan salah satu sumbangan bermain yang terpenting adalah kegembiraan yang ditimbulkan oleh bermain. Kemampuan untuk menyenangkan diri sendiri dan menolong diri sendiri, belajar dalam hubungannya dengan bermain, dibawa terus ke bidang lain ketika anak bertambah besar. Kepercayaan diri yang timbul karena dapat mandiri membantu anak untuk mengatasi berbagai masalah yang harus dihadapi kelak. Bermain juga mendorong kreativitas, karena kepuasan yang diperoleh individu dari kesempatan dan dorongan untuk melakukan apa-apa secara kreatif dapat memberikan rangsangan bagi kreativitasnya lebih lanjut pada saat anak keluar dari lingkungan masa bayi yang terbatas dan mempunyai lebih banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu secara orisinal.
Selanjutnya, tahap awal kanak-kanak, dalam tahap ini Bruner mengatakan bahwa bermain pada masa ini merupakan “kegiatan yang serius”, anak-anak dipenuhi waktu dengan bermain baik dengan teman sebaya maupun dengan mainannya. Pada tahap-tahap selanjutnya, permainan bukanlah sesuatu yang serius lagi untuk dilakukan karena individu sudah menggantikan hal itu dengan aktivitas yang nyata. Namun, tidak menutup kemungkinan orang-orang di atas usia tersebut bermain, bagi mereka bermain mampu menghibur diri, meningkatkan mood positif untuk dapat melakukan aktivitas dan juga mampu mengurangi tingkat stres serta mampu mengurangi kecemasan.
Dalam bahasan sebelumnya, tampak bahwa bermain menimbulkan pembelajaran mengenai pemecahan masalah, mampu mendorong kreativitas, sampai mampu menjadikan seseorang menjadi percaya diri dan hal tersebut terus berkembang sepanjang tahapan usia sampai menjadi kebiasaan dan yang terpenting bermain menciptakan kebahagiaan. Dan menurut saya dalam belajar pun membutuhkan peran bermain, belajar yang didahului dengan bermain atau hiburan sejenak mampu merilekskan pikiran agar dapat menerima dan menyerap apa yang hendak dipelajari, seperti contohnya pemberian energizer dalam training sebelum pemberian materi utama training.
Dengan demikian, menurut saya bermain dapat menimbulkan kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu sendiri dapat dicapai melalui bermain. Dan intinya, bahagia merupakan kunci untuk melakukan sesuatu hal agar bisa berjalan positif. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa manusia merupakan makhluk bermain, bermain untuk mencapai kebahagiaan..

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Menurut saya, tingkat kebahagiaan tiap individu berbeda-beda tergantung atas apa yang diyakini oleh individu tersebut dapat membuat mereka bahagia. Individu yang sama usianya pun juga memiliki tingkat kebahagiaan yang berbeda, apalagi individu dengan usia yang berbeda. Tingkat kebahagiaan seorang anak tentu saja berbeda dengan tingkat kebahagiaan seorang kakek atau nenek. Lansia cenderung merasa lebih bahagia dan puas dengan kehidupannya, terlepas dari kenyataan bahwa mereka banyak mengalami kemunduran dalam hal fisik dan rentan terhadap penyakit karena mereka merasa memiliki banyak pengalaman yang dapat membantu mereka untuk beradaptasi dengan baik dan bijaksana dengan lingkungan sekitar, mereka juga merasa banyak memiliki waktu luang untuk mengerjakan hal-hal yang mereka sukai sehingga mereka tidak akan tertekan (Cornwell, et al., 1988; Ram, dkk., 2008, dalam Life-Span Development John W. Santrock)
Beda halnya dengan anak-anak yang biasanya tingkat kebahagiaan mereka akan lebih cenderung dalam hal teman sebaya, sampai mereka menginjak usia remaja awal. Remaja biasanya menitikberatkan kebahagiaan mereka ketika mereka mampu membangun hubungan intim dengan orang lain. Hal ini juga tentu saja berbeda antara individu dengan budaya yang satu dengan yang lainnya. Budaya timur akan lebih bahagia ketika mereka berkumpul dengan keluarga besar mereka, sedangkan budaya barat mungkin saja akan lebih bahagia ketika mereka mencapai kesuksesan dibandingkan ketika mereka berkumpul bersama keluarga.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Kebahagiaan dimiliki oleh semua manusia, akan tetapi setiap orang memiliki cara tersendiri untuk membuat dirinya merasa bahagia. Memang benar jika bermain itu mampu mebuat orang dapat merasa bahagia, namun orang” akan memilih permainan yang seperti apa yang menurutnya dapat membuat dirinya bahagia.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Untuk menjawab pertanyaan “how to make people happy?” , kita harus bertanya terlebih dahulu apa hal yang dapat membuat diri kita sendiri bahagia, dan diskusikan dengan orang terdekat, hasilnya; pasti berbeda dari tingkat prioritas dan kebutuhan. walaupun telah hidup dan tumbuh bersama, kebahagiaan yang sama persis dibutuhkan dalam satu orang akan berbeda dengan orang yang lainnya.
Kebahagiaan universal mungkin saja terjadi, akan tetapi berbeda persentasenya pada setiap orang berbeda dari gender, lingkungan, budaya, sikap dan prioritas hidup ruang lingkup masyarakat dan usia perkembangannya.  Tema-tema seperti keluarga, prestasi, persahabatan, maupun kebahagiaan merupakan tema teratas dalam kebahagiaan universal, terlepas dari berbedaan persentase dari tiap lapisan masyarakat. Bahkan permainan tradisionalpun mempunyai peran sumbangsih kebahagiaan pada masyarakat tertentu, dalam usia tertentu.
Contoh; Bagi remaja yang tumbuh di desa cenderung merasa bahagia karena adanya kebersamaan dengan keluarga dan juga mendapatkan prestasi. Hal ini dikarenakan persentase dalam kedua aspek tersebut sangat tinggi pada remaja yang tumbuh di daerah pedesaan dibandingkan perkotaan. Sedangkan bagi remaja yang tumbuh di kota, yang membuat merasa bahagia adalah dengan adanya teman disisi mereka dan adanya waktu luang yang banyak bagi mereka untuk dapat menyalurkan hobi yang mereka miliki. Menurut hasil temuan secara statistik dari penelitian ini menunjukkan tidak adanya perbedaan orientasi kebahagiaan antara remaja-remaja yang tumbuh di kota dan desa. Remaja-remaja tersebut memiliki faktor kebahagiaan yang sama, hanya berbeda pada tingkatan presentase yang membuat remaja-remaja tersebut berbeda orientasinya (data dari icp working paper vol.10 issue.5)

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Kebahagiaan adalah sesuatu yang manusiawi, dirasakan individu yang bersifat instrinsik dan hanya dapat dirasakan tetapi tidak dapat dilihat oleh mata, tidak dapat diukur dengan harga, tidak dapat dibatasi oleh harta tetapi hanya dapat dirasakan oleh perasaan individu itu sendiri.
Kebahagiaan dimiliki setiap manusia, kebiahagian juga bisa menjadi hak dan kewajiban bagi setiap manusia, dan semua manusia pasti menginginkan kebahagiaan. Mulai dari kelahiran, masa anak, remaja, dewasa dan lansia kebahagiaan menjadi aspek psikologis yang patut dikaji.
Ada semacam kegelisahan mengenai punahnya berbagai macam permainan dan mainan tradisional. Sudah sangat jarang ditemui, terutama di masyarakat perkotaan, anak-anak bermain gatrik, gobak sodor, galah, petak umpet, dan sejenisnya atau membuat mainan dari bambu, kayu, daun, kertas, dan lain-lain. Berbagai permainan dan mainan tradisional itu berganti dengan permainan modern seperti game komputer/online, Play Station, Nintendo atau mainan buatan pabrik yang dihasilkan secara massal dan seragam. Sedangkan permainan tradisional memberikan manfaat pada perkembangan jiwa seseorang. Permainan tradisional dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap seseorang.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

Kebahagiaan itu juga relatif bagi setiap individu karna rasa bahagia itu berbeda-beda bagi setiap individu itu sendiri justru bahagia itu manusia yg menciptakannya maka manusia juga yang menentukan bagaimana bahagiabagaimana itu menurut versinya.

nofransekasaputraMarch 1, 2016 at 2:20 am

homoludens diartikan sebagai manusia bermain. berdasarkan tahapan usia menurut saya setiap tahapan usia memiliki kebahagiaannya masing-masing dan sesuai dengan keinginan. seperti anak-anak memiliki kebahagiaan dalam bermain peran, remaja bermain bersama teman-teman , bermain game, dewasa hingga tua pun mempunyai kesukaannya dalam bermain. misalnya, bermain golf, catur, renang dan masih banyak lagi.
kebahagiaan tiap individu pun pastinya berbeda dan dengan cara mereka masing-masing.
Disetiap budaya dan berbagai negara pastinya memiliki reaksi yang berbeda dalam bermain. pandangan bermain dalam budaya indonesia pasti berbeda dengan budaya amerika dan lainnya.
tergantung pada pandangan masing-masing tiap negara, budaya, individu tentang kebahagiaan

 Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *